Cara meningkatkan nilai nominal saham tapi berdampak pada likuiditas.
Guna menggenjot pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT
Hero Supermarket Tbk (HERO) memutuskan memecah nilai nominal saham (stock
split) dengan rasio 1:10. Keputusan tersebut diambil setelah
mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham
luar biasa (RUPSLB) hari ini."Peningkatan jumlah saham perseroan dengan
melakukan stock split diharapkan akan meningkatkan likuiditas saham
dan perdagangan saham perseroan," kata Direktur PT Hero Supermarket Tbk,
Saye Cuan Lai, di Jakarta, Jumat, 6 Januari 2012.Usai stock split, Lai
melanjutkan, nilai nominal saham perseroan akan menjadi Rp50 per unit,
sedangkan jumlah saham yang dimiliki publik bertambah menjadi 188.429.040 unit
atau 5,72 persen. Sebelumnya, harga nominal Hero adalah Rp500 per saham dengan
saham publik sebanyak 18.824.904 unit.Dengan aksi korporasi ini, jumlah saham
mayoritas yang dimiliki oleh Mulgrave Corp BV meningkat menjadi 3.105.770.960
dengan persentase sebesar 94,28 persen atau lebih dari Rp155 miliar.Dalam
RUPSLB itu, pemegang saham juga menyetujui perubahan manajemen perseroan dengan
mengangkat Dato John Coyle sebagai komisaris perseroan. Sementara itu, rapat
juga menyetujui pengunduran diri Sugianto Wibawa dan Colin Tan masing-masing
sebagai direktur dan komisaris perseroan.Hero Supermarket telah mempunyai 533
gerai hingga akhir 2011. Perseroan mengoperasikan 39 gerai hypermarket, 131
gerai Hero dan Giant supermarket, 231 gerai toko kesehatan dan kecantikan
Guardian, serta 132 gerai Starmart convenience store.Pada kuartal
III-2011 atau per 30 September 2011, Hero membukukan pertumbuhan penjualan
sebesar 16,4 persen menjadi Rp6,6 triliun. Sementara itu, laba bersih tumbuh
32,8 persen mencapai Rp188 miliar sebagai hasil dari peningkatan penjualan dan
perbaikan produktivitas toko yang berlanjut.
Analisanya : apabila ingin meningkatkan harga saham di
Bursa Efek Indonesia (BEI) maka harus memecahkan nilai nominal saham dengan
rasio 1:10 tetapi akan meningkatkan nilai liquiditasi dan cara mengatasi
likuiditasi biasanya perusahaan mengekuarkan uang” dengan kebijakan moneter,
jangan sampe terjadi lagi pada era orde baru yaitu BI menglikuid 16 bank yang
telah terlikuidasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar