Senin, 02 April 2012

Tingkat Suku bunga naik maka Modal dan investasi menurun

Bank Indonesia mengungkapkan suku bunga kredit meningkat 17 basis poin bagi suku bunga kredit investasi dan 16 basis poin bagi suku bunga kredit konsumsi selama Agustus 2011.Data yang sama juga menunjukan suku bunga kredit modal kerja meningkat relatif lebih sedikit yaitu sebesar 9 basis point (bps). Data tersebut berdasarkan pada laporan Bank Indonesia (BI) terhadap perkembangan suku bunga domestik dalam tinjauan kebijakan moneter September 2011.Padahal, data Bank Sentral pada Juli 2011 menunjukan indikasi penurunan suku bunga kredit perbankan. Sampai dengan Juli 2011, bunga kredit modal kerja, kredit investasi dan kredit konsumsi masing-masing turun sebesar 5, 2 bps dan 5 bps dibandingkan dengan Juni 2011.Pada Juli 2011 bunga kredit modal kerja sebesar 12,55%, kredit investasi sedikit lebih rendah di level 12.11% dan kredit konsumsi mencapai 14,32%. Sementara suku bunga deposito 1 bulan relatif stabil 6,86% atau meningkat 4 bps dari Juni 2011.Sementara itu,  suku bunga deposito 1 bulan relatif stabil pada level 6,86%, meningkat 4 bps dari kondisi Juni 2011. Pergerakan suku bunga giro rupiah pada Juli 2011 juga relatif stabil dibandingkan dengan Juni 2011 yaitu pada level 2,51%. Di sisi lain suku bunga tabungan rupiah  pada Juli 2011 turun menjadi 2,68% dari sebelumnya 2,79% pada Juni 2011.
Dengan perkembangan tersebut, selisih suku bunga kredit terhadap deposito menjadi 6,13%, sedangkan selisih antara suku bunga kredit dengan rata-rata tertimbang suku bunga giro dan tabungan menjadi 10,37%.

Analisanya : akibat tingkat suku bunga yang meningkat selama bulan agustus investasi dan modal kerja menurun menjadi lebih rendah apabila di bandingkan dengan tingkat suku bunga pada bulan juli. Apabila ingin tidak terjadi investasi dan modal kerja menurun maka tingkat suku bunga harus relatif stabil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar