Kurs rupiah terhadap dolar di pasar spot antarbank Jakarta,
Jumat (29/4) sore, naik tajam. Pelaku pasar kuat melepas dolarnya mengakibatkan
mata uang Indonesia naik 61 poin menjadi 8.564 per dolar dari sebelumnya 8.625.
Analis PT First Asia Capital Irfan Kurniawan di Jakarta, Jumat, mengatakan,
rupiah masih berpeluang untuk naik lagi hingga mencapai level 8.500 per dolar.
Kenaikan rupiah yang berlanjut itu karena aksi lepas dolar oleh pelaku asing
makin besar. Pelaku asing melepas dolar AS setelah bank sentral AS (The Fed)
menginginkan nilai dolar terus merosot. The Fed dalam pertemuan itu telah
memutuskan untuk tetap mempertahankan tingkat suku bunga rendah. Kenaikan
rupiah yang terus terjadi sebenarnya menguntungkan bagi anggaran pemerintah
untuk memberikan subsidi bahan bakar minyak akibat kenaikan harga minyak mentah
dunia. Namun di sisi lain kenaikan rupiah akan juga menekan pendapatan Bank
Indonesia (BI) dari ekspor yang berkurang. Para eksportir juga merasa kesulitan dengan kenaikan rupiah yang berlanjut, karena produk ekspornya tidak mampu bersaing di pasar ekspor. (Ant/OL-5).
Indonesia (BI) dari ekspor yang berkurang. Para eksportir juga merasa kesulitan dengan kenaikan rupiah yang berlanjut, karena produk ekspornya tidak mampu bersaing di pasar ekspor. (Ant/OL-5).
Analisanya : kurs Rupiah pada tanggal 29 maret tahun 2011
telah kuat sehingga mengakibatkan mata uang Indonesia naik 61 poin menjadi
8.564 per dolar dari sebelumnya 8.625. cara menangulangginya adalah perbanyak
ekspor barang” dalam negri agar The FED tidak dapat menurunkan nilai dolar
karna nilai dolar turun kurs rupiah akan naik tajam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar